Cengkeraman tanganmu yang kuat,
siratkan ketegaran
Senyummu yang terus mengembang,
seolah tiada beban yang kau emban
Tapi kala kau sendiri, tersudut
dan menepi meratapi kehidupan
Aku tahu,kau hanya manusia
biasa, yang kadang tersenyum dan dilain waktu menangis.
Meski ragamu terlihat kuat, tapi
pancaran matamu tunjukan rapuh yang kau tahan sendiri.
Terima kasih Ibu, karna kau
selalu tersenyum didepan kami anakmu
Begitu bijaksananya dirimu, demi
melihat senyum kami terus mengembang,
Air mata itu kau simpan sendiri,
dan hanya bahagia yang kau bagi pada kami.
Aku cuma ingin kau tahu,
Walau pijakanku tak sekokoh benteng, dan lengan ini tak sekeras baja.
Tapi aku siap, jika nanti kau
merasa lelah dan untuk sejenak butuh sandaran.
Akan kutegakkan pundak ini
semampu aku berusaha.
Terima kasih Bijaksana.
Amorentes R.B.
05
Tidak ada komentar:
Posting Komentar