Rabu, 31 Agustus 2016

Game Online

Point Belangs

           
            Jawara game di Kampung Dolanan adalah Dolin, Ia terkenal semenjak Ia menjuarai IOG (International Olympiad of Gamers), Ia menjadi duta game dari kampungnya, banyak game yang telah Ia coba dan berhasil menaklukkan semua game yang Ia coba, namun dari semua game yang telah Ia coba PB (Point Belangs) adalah game kesukaannya, game ini menceritakan seorang pahlawan yang melawan banyak penjajah di sebuah desa.
            Setiap hari Ia tidak pernah lupa untuk sekedar mengisi waktu luang dengan bermain Point Belangs, tiap hari Ia pergi ke warnet langganannya yaitu PancenDolin.net, yang memang sudah menjadi langganannya semenjak Ia masih SD, sehingga Ia sering diberi potongan harga oleh sang pemilik warnet, sampai-sampai sang pemilik warnet meminta untuk diajari ilmu game oleh Dolin, dengan senang hati Dolin pun membagi ilmunya. Namun disamping semua hal tersebut Ia memiki riwayat buruk dalam bidang akademik, Ia lebih mementingkan game daripada akademik, misal besok ada ulangan Ia memilih untuk bermain game dengan dalih untuk refreshing dan alhasil hasil ulangan besok jauh dari KKM, namun Ia tidak pernah menyesali hal tersebut.
            Suatu hari Dolanan teman akrab Dolin suatu hari memberi tahu bahwa akan ada lomba Point Belangs, tanpa pikir panjang Ia langsung mendaftarkan dirinya untuk ikut dalam perlombaan game tersebut, berbagai tahap perlombaan telah berhasil Ia lewati, hingga lolos ke tingkat internasional yaitu IOG (International Olympiad of Gamers), Ia berlatih dengan keras, setelah pulang sekolah Ia selalu berlatih main game di warnet langgannannya mulai dari pulang sekolah hingga warnetnya tutup, hal itu Ia lakukan selama 7 hari berturut-turut, dan lagi-lagi Ia mengesampingkan aspek akademiknya, dalam masa 7 hari tersebut Ia mengalami penurunan dalam bidang akademiknya, sehingga Ia sering dimarahi di kelasnya, karena alasannya bermain game maka kemaranhan gurunya juga semakin menjadi.

            Suatu hari Ia masuk ke suatu perkampungan yang penuh dengan penjajah, Ia datang dengan bersenjata lengkap, tanpa pikir panjang Ia langsung bertindak layaknya pahlawan kesiangan, “Jangan ada yang menyakiti penduduk desa ini, hadapi saya dulu” kata Dolin, “Seraaaaaaaaaang” teriak komandan penjajah dengan lantangnya, Dolin langsung mencari tempat persembunyian untuk mempersiapkan segala hal yang Ia perlukan, karena Ia sadar bahwa Ia melakukan aksinya sendirian maka Ia mencari cara aman, Ia yang seorang diri dengan gagahnya melawan pasukanpenjajah yang jumlahnya 532 orang, demi untuk menyelamatkan penduduk desa yang berjumlah 1001 orang dalam keadaan takut dan tertekan karena penjajah.
            Setelah semuanya siap Ia dengan langkah yang pelan namun pasti mampu menembak mati satu persatu anggota penjajah, saat jumlah penjajah sudah ± 17 orang termasuk komandannya, tiba-tiba misilnya habis, mulailah Ia mencari tempat persembunyian lagi, perasaan gugup, panas dingin, keringat bercucuran, karena Ia tahu bahwa Ia sekarang ada pada posisi yang sudah terdesak, Ia mencari berbagai bahan alternatif yang dapat digunakan untuk menyerang pasukan penjajah, nampaklah bambu sepanjang 2 meter yang cocok untuk meyerang musuh, “Bambu, ya itu satu-satunya jalan untuk melawan musuh” kata Dolin, dengan doa yang cukup setelah Ia mengumpulkan segenap keberaniannya, Ia pun menyerang pasukan penjajah dengan sebatang bambu yang Ia miliki, namun keberhasilannya yang sudah didepan mata seakan hancur seketika saat seorang prajurit lawan menembakkan pistol dan peluru tepat mengenai kepalanya, seketika mati ditempat dengan darah mengucur dengan deras.
            Sesaat kemudian, Ia terbangun dari mimpinya karena ternyata ibunya membangunkannya dengan pukulan yang keras, sebab semalam suntuk Ia bermain Point Belangs, Ia bangun dengan kagetnya karena merasakan dengan nyata dalam mimpinya betapa sakitnya menjadi tokoh pahlawan dalam Point Belangs.

            Dikarenakan mimpinya yang begitu mirip dengan Ponit Belangs game kesukaanya, maka mulai saat itu Ia berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak lagi memainkan Point Belangs dan Ia berjanji untuk menaikkan nilainya dan akan berprestasi dalam kegiatan sekolahnya agar tidak mengecewakan orang tuanya.


Habib Fathurohim
XI-MIA7/13

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news

SELAMAT DATANG DI KELAS XI MIPA 7 SMA TARUNA NUSANTARA

Disqus Shortname

Comments system