S.Ny ( Sarjana Nyontek
)
Jika anda bertanya siapa ahli
menyontek di SMA Free, maka jawabannya adalah Nyonto, anak ini terkenal karena
keahliannya dalam meakukan berbagai trik untuk menyontek dan tidak ketahuan,
mulai dari UH, UTS, hingga UKK, Ia berhasil menyontek tanpa ketahuan oleh
pengawas, sehingga Ia mendapat julukan Nyonto S.Ny ( Nyonto sarjana nyontek ), gelar tersebut Ia dapat setelah naik ke kelas
11 tanpa ada catatan atau teguran sedikitpun dari para guru.
SMA Free terletak di kota terpencil
paling pinggir hingga untuk sampai kesana kita harus balik jungkir, karena SMA
tersebut memang sekolah yang tanpa peraturan maka banyak siswa yang senang
untuk bersekolah di SMA Free, tawuran, merokok, menyontek, merupakan hal biasa
yang terjadi di SMA Free, namun tidak ada tindakan tegas dari guru disana,
mereka menganggap bahwa apabila para murid diberi tindakan tidak ada gunanya
karena mereka tidak akan menghiraukannnya, ada 3 siswa yang ahli dalam
bidangnya masing-masing. Gelut S.Taw (Gelut Sarjana Tawuran ) adalah siswa
dengan keahlian tawuran. Udut S.Mer ( Udut Sarjana Merokok) adalah siswa yang
memiliki keahlian merokok hingga 10 bungkus perhari. Nyonto S.Ny ( Nyonto
Sarjana Menyontek ) adalah siswa yang ahli dalam bidang percontekan.
Karena Nyonto adalah siswa yang
memiliki banyak trik untuk menyontek maka Ia tidak pernah ketahuan dalam setiap
aksinya, walaupun banyak temannya yang ketahuan oleh gurunya. Nyonto merupakan
juara kelas, walaupun dengan perjuangan nyonteknya selama ini Ia bisa
mendapatkan predikat juara kelas , Ia banyak mendapat pujian dari para gurunya,
sehingga Ia diminta untuk mengajari temannya yang nlainya masih kurang, tetapi
tentu saja Ia tidak bisa mengajari temannya karena Ia sama sekali tidak bisa
mengerjakan soal jika Ia tidak menyontek.
Suatu saat Ia ditunjuk untuk
mengikuti olmpiade tingkat nasional, Ia sungguh sangat takut dan gugup karena
Ia sama sekali tidak memiliki kemampuan dalam bidang olimpiade namun Ia diberi
semangat oleh gurunya untuk ikut olimpiade hingga Ia berangkat untuk ikut
olimpiade di pusat Kota Tengah, betapa kagetnya Ia saat mengetahui bahwa ruang
untuk mengerjakan soalnya sangat besar dan jarak antar pesertanya jauh tidak
seperti di sekolahnya, ditambah lagi pengawas olimpiade adalah dari pihak TNI
yaitu 9 orang marinir dan 3 anggota kopassus. “Barang siapa menyontek, ada
indikasi menyontek, atau dicurigai menyontek, tanpa ada peringatan maka
langsung push-up hingga waktu
pengerjaan soal olimpiade soal selesai, Sanggup! “kata seorang pengawas. “Siap
sanggup pak“ jawab peserta olimpiade serentak. Walaupun Ia menjawab sanggup
sebenarnya Ia merasa berat dengan perintah tersebut.
Saat Ia mulai menjalankan triknya
untuk menyontek dengan trik yang paling jitu, Ia merasa ada hal yang tidak
nyaman, Ia menunggu beberapa saat hingga suasana dirasa aman, ……., tak selang
lama setelah Ia menyontek seorang marinir mendatanginya dan memerintahkan untuk
push-up. “Ambil sikap push-up dan tunggu hingga waktu selesai”
kata marinir, “Ta….Ta…tapi apa salah saya pak” Tanya Nyonto, “ Kamu dicurigai
melakukan tindakan penyontekan “ kata marinir. Waktu megerjakan soal masih 60
menit lagi, berarti Ia harus push-up selama
60 menit, tangannya terasa hampir patah, keringatnya bercucuran hingga basah
sekitar daerah untuk Ia push-up, karena setelah 30 menit berlalu
Ia melakukan protes kepada pengawas, maka tanpa pikir panjang sang pengawas
langsung menembak Nyonto ditempat, “ Dooor, makanya jangan banyak protes” kata
pengawas.
Nyonto langsung terbangun dari
tidurnya, “Syukurlah ternyata hanya mimpi” kata Nyonto, semenjak mimpinya pada
malam kemerdekaan maka Ia bertekad untuk tidak menyontek lagi karena Ia sadar
bahwa menyontek merupakan suatu perbuatan yang melanggar syari’at agama dan
norma kejujuran, dan Ia bertekad untuk belajar semaksimal mungkin walaupun
nilainya tidak akan setinggi saat Ia menyontek, tapi Ia akan sangat bangga
dengan nilainya tersebut karena itu merupakan hasil jerih payahnya sendiri.
Habib Fathurohim
XI-MIA7 / 13
Tidak ada komentar:
Posting Komentar