Rabu, 24 Agustus 2016

Pantang Menyontek

S.Ny ( Sarjana Nyontek )

            Jika anda bertanya siapa ahli menyontek di SMA Free, maka jawabannya adalah Nyonto, anak ini terkenal karena keahliannya dalam meakukan berbagai trik untuk menyontek dan tidak ketahuan, mulai dari UH, UTS, hingga UKK, Ia berhasil menyontek tanpa ketahuan oleh pengawas, sehingga Ia mendapat julukan Nyonto S.Ny ( Nyonto sarjana nyontek ),  gelar tersebut Ia dapat setelah naik ke kelas 11 tanpa ada catatan atau teguran sedikitpun dari para guru.

            SMA Free terletak di kota terpencil paling pinggir hingga untuk sampai kesana kita harus balik jungkir, karena SMA tersebut memang sekolah yang tanpa peraturan maka banyak siswa yang senang untuk bersekolah di SMA Free, tawuran, merokok, menyontek, merupakan hal biasa yang terjadi di SMA Free, namun tidak ada tindakan tegas dari guru disana, mereka menganggap bahwa apabila para murid diberi tindakan tidak ada gunanya karena mereka tidak akan menghiraukannnya, ada 3 siswa yang ahli dalam bidangnya masing-masing. Gelut S.Taw (Gelut Sarjana Tawuran ) adalah siswa dengan keahlian tawuran. Udut S.Mer ( Udut Sarjana Merokok) adalah siswa yang memiliki keahlian merokok hingga 10 bungkus perhari. Nyonto S.Ny ( Nyonto Sarjana Menyontek ) adalah siswa yang ahli dalam bidang percontekan.

            Karena Nyonto adalah siswa yang memiliki banyak trik untuk menyontek maka Ia tidak pernah ketahuan dalam setiap aksinya, walaupun banyak temannya yang ketahuan oleh gurunya. Nyonto merupakan juara kelas, walaupun dengan perjuangan nyonteknya selama ini Ia bisa mendapatkan predikat juara kelas , Ia banyak mendapat pujian dari para gurunya, sehingga Ia diminta untuk mengajari temannya yang nlainya masih kurang, tetapi tentu saja Ia tidak bisa mengajari temannya karena Ia sama sekali tidak bisa mengerjakan soal jika Ia tidak menyontek.

            Suatu saat Ia ditunjuk untuk mengikuti olmpiade tingkat nasional, Ia sungguh sangat takut dan gugup karena Ia sama sekali tidak memiliki kemampuan dalam bidang olimpiade namun Ia diberi semangat oleh gurunya untuk ikut olimpiade hingga Ia berangkat untuk ikut olimpiade di pusat Kota Tengah, betapa kagetnya Ia saat mengetahui bahwa ruang untuk mengerjakan soalnya sangat besar dan jarak antar pesertanya jauh tidak seperti di sekolahnya, ditambah lagi pengawas olimpiade adalah dari pihak TNI yaitu 9 orang marinir dan 3 anggota kopassus. “Barang siapa menyontek, ada indikasi menyontek, atau dicurigai menyontek, tanpa ada peringatan maka langsung push-up hingga waktu pengerjaan soal olimpiade soal selesai, Sanggup! “kata seorang pengawas. “Siap sanggup pak“ jawab peserta olimpiade serentak. Walaupun Ia menjawab sanggup sebenarnya Ia merasa berat dengan perintah tersebut.

            Saat Ia mulai menjalankan triknya untuk menyontek dengan trik yang paling jitu, Ia merasa ada hal yang tidak nyaman, Ia menunggu beberapa saat hingga suasana dirasa aman, ……., tak selang lama setelah Ia menyontek seorang marinir mendatanginya dan memerintahkan untuk push-up. “Ambil sikap push-up dan tunggu hingga waktu selesai” kata marinir, “Ta….Ta…tapi apa salah saya pak” Tanya Nyonto, “ Kamu dicurigai melakukan tindakan penyontekan “ kata marinir. Waktu megerjakan soal masih 60 menit lagi, berarti Ia harus push-up selama 60 menit, tangannya terasa hampir patah, keringatnya bercucuran hingga basah sekitar daerah  untuk Ia push-up, karena setelah 30 menit berlalu Ia melakukan protes kepada pengawas, maka tanpa pikir panjang sang pengawas langsung menembak Nyonto ditempat, “ Dooor, makanya jangan banyak protes” kata pengawas.


            Nyonto langsung terbangun dari tidurnya, “Syukurlah ternyata hanya mimpi” kata Nyonto, semenjak mimpinya pada malam kemerdekaan maka Ia bertekad untuk tidak menyontek lagi karena Ia sadar bahwa menyontek merupakan suatu perbuatan yang melanggar syari’at agama dan norma kejujuran, dan Ia bertekad untuk belajar semaksimal mungkin walaupun nilainya tidak akan setinggi saat Ia menyontek, tapi Ia akan sangat bangga dengan nilainya tersebut karena itu merupakan hasil jerih payahnya sendiri.


Habib Fathurohim
XI-MIA7 / 13

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news

SELAMAT DATANG DI KELAS XI MIPA 7 SMA TARUNA NUSANTARA

Disqus Shortname

Comments system