Senin, 01 Agustus 2016

Istimewa / Selalu ada ?

Namaku Raya. Aku bersekolah di SMP Harapan Nusa. Saat ini aku duduk di bangku kelas 9. 1 setengah tahun terakhir ini hidupku berwarna karena ada dia. Teman sekaligus sahabat sekaligus kakak bagiku. Sebelum UN aku sudah daftar ke salah satu SMA favorit di Indonesia dan jujur itu adalah keinginan orang tuaku namun karena aku tidak ingin mengecewakan orang tuaku maka aku mendaftar ke sekolah tersebut.

Waktu telah berlalu aku pun diterima di sekolah itu, itu berarti aku harus meninggalakan kota masa kecilku dan meninggalkan orang yang mewarnai hidupku 1 setengah tahun terakhir ini, Sedih? Pasti, namun semua ini sudah kuputuska untuk menggapai cita cita.

Hari ini hari pertama sekolah, hari ini pun aku mengikuti MOS. Siang ini ada kejadian yang tak kuduga. Aku pingsan saat menjalani MOS hari ini, karena mungkin cuaca yang berbeda dengan kota asalku dan beban mental yang kubawa. Tak terkira ada teman ku yang menolongku, namanya Nathan.

Sejak saat itu aku mulai berteman dengan Nathan. Sudah 3 bulan aku bersekolah di sekolah ini dan aku belum sempat untuk kembali ke kota asalku untuk sekedar menjenguk orang tuaku ataupun orang yang dulunya mewarnai kehidupanku. Aku sering bercerita pada Nathan tentang orang a=yang mewarnai hariku ketika SMP dulu dan Nathan selalu tersenyum tulus saat aku menceritakan tentang dia. Beberapa bulan pun berlalu aku dan Nathan bertambah akrab.

"Ray, aku antar pulang mau?" tanya Nathan padaku
"Kayaknya aku gak langsung pulang deh Nath, aku perlu ke toko buku dulu" ucapku
"Yasudah aku ikut ya? Sudah mau malam, gak baik anank perempuan pergi sendirian" Nathan berucap
"Hahaa, udah biasa kok Nath ayo deh kalo gitu"

Aku pun ke toko buku dengan Nathan, setelah itu kami makan di salah satu tempat makan favoritku baru baru ini. Aku pun berniat menghubungi orang spesial di kota lamaku itu namun terkejutnya aku saat aku melihat layar handphoneku. Temanku memasang foto berdua dengan orang spesialku itu. Sakit hatiku saat aku melihatnya, tak kuasa aku pun menangis. Nathan pun bertanya ada apa denganku dan Ia selalu membuatku merasa nyaman.

Bulan demi bulan telah terlewati. Orang spesial itu dan temanku makin akrab, aku pun tak kuat lagi melihatnya. Akhirnya aku pun memutuskan untuk menjauhinya namun orang spesialku itupun langsung marah dan tidak terima. Ia malah menuduh aku lebih memilih Nathan daripada Ia. Sejak saat itu kisah kami berakhir, 2 tahun yang indah dan berakhir dengan sia - sia.
Aku pun menceritakan hal itu pada Nathan, Ia pun merasa bersalah atas apa yang kulakukan.

"Ray, aku minta maaf kalau aku mengganggu hubunganmu dengan dia"
"Enggak kok Nath, mungkin memang bukan jalannya"
"Ke taman yuk Ray, aku punya kejutan untuk kamu"
"Oiya? Apa itu Nath?"
"Sini tutup dulu matanya, ikuti saja langkah kakimu berjalan"
"Tapi Nath, kok kamu pucet gitu sih?"
"Gak apa apa kok Ray, tutup mata ya"

Aku pun menutup mataku dan aku berjalan ke taman itu dengan dituntun oleh Nathan. Setelah sampai aku pun penasaran dengan apa yang ada di depanku. Saat kubuka mataku didepanku terdapat lilin berbentuk hati dan balon balon berbentuk hati terikat di sekitar tempat itu.

"Ini maksudnya apa Nath?" aku heran dan bertanya
"Saya sayang anda Raya Anindita, namun saya tidak berharap lebih kepada anda. Saya hanya berharap anda mau menemani saya di jam jam terakhir saya" Nathan tersenyum dengan sangat manis, senyuman yang manis, tulus namun rapuh. Mataku berkaca kaca melihatnya, namun aku heran maksud kata katanya.
"Maksud kamu apa deh Nath bicara seperti itu? Kita akan terus bersahabat sampai tua nanti" aku mencoba untuk tersenyum.
"Besok kamu ke rumahku ya, aku mau menunjukkan kamu sesuatu namun kamu harus janji padaku kalau kamu tidak boleh sedih" Nathan maih tersenyum indah. Aku yang bingung hanya mengangguk saja. Nathan pun memelukku dengan saat erat.

Keesokan harinya aku datang ke rumah Nathan siang hari, namun pada saat aku sampai di rumahnya Ia tidak ada dirumah. Kata orang rumahnya Nathan ada di rumah sakit. Secepatnya aku menuju ke rumah akit itu. Aku pun bertanya pada perawat dimana Nathan berada. Setelah ditunjukkan arahnya aku pun menuju kesana.
Ternyata di tempat itu sudah ada orang tua Nathan yang menangis tersedu sedu, aku pun masih belum tau apa yang terjadi

"Nathan mengidap penyakit leukimia dari Ia kecil. Saat itu Ia tidak mengikuti kegiatan lapangan pada saat MOS hari pertama karena penyakitnya ini makanya Ia menolong kamu yang pingsang. Hari itu Nathan bercerita kepada tante bahwa Ia menemui pereempuan yang cantik bak bidadari dan ceria seperti dewi dewi yang sedang bermain di khayangan. Dan mulai hari itu Ia jatuh cinta padamu Raya, Ia selalu ada di saat kondisimu sedih ataupun senang, namun Ia tak pernah berani menyatakan perasaannya. Ini ada surat dari Nathan untuk kamu Raya" Ibu Nathan pun menyerahkan suratnya kepadaku. Aku terus menangis tersedu sedu

"Teruntuk Raya Anindita. Halo cantik, kalau kamu membaca surat ini berarti saya sudah berada jauh di alam sana. Maaf saya tidak pernah memberitahumu tentang penyakit saya ini, saya tidak hanya ingin kamu bersedih. Saya jatuh cinta padamu sejak hari pertama kita bertemu. Saya tidak suka kalau melihat kamu menangis atau sedih karena orang spesialmu itu, saya juga bisa menjadi orang spesial dihatimu. Saya bisa menjaga anda dan membahagiakan anda, namun apa daya penyakit ini menghalangi saya. Saya hanya bisa menjadi obat pelipur lara hatimu. Saya berharap setelah ini akan ada seseorang yang menjaga anda setulus saya menjaga anda, dan kamu harus berjanji kepada saya bahwa kamu tidak boleh bersedih lagi terhadap apapun. Raya Anindita yang saya kenal adalah seorang perempuan cantik yang ceria, maka kamu harus membagi keceriaan itu kepada orang di sekitarmu, Kamu adalah permata dihati saya Raya, sejak pertama kali kita bertemu. Saya sayang anda Raya. Salam sayang, Nathan"

Aku tak bisa menahan tangisan ini lagi. ore harinya aku datang ke pemakaman Nathan. Saat itu aku sadar bahwa ternyata ada orang yang sayang kita dengan tulus namun kita sering tidak sadar keberadaannya.

-Belvada Kania Maysitha (07)-


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news

SELAMAT DATANG DI KELAS XI MIPA 7 SMA TARUNA NUSANTARA

Disqus Shortname

Comments system