Selasa, 30 Agustus 2016

KEBAHAGIAAN TERSENDIRI

KEBAHAGIAAN TERSENDIRI


          Hari kedua bersekolah pun datang. Pagi yang cerah menyambut hariku dengan penuh semangat. Bagaimana tidak senang hatiku ini jika hari itu aku bisa bertemu kembali dengan wanita yang aku kenal pada hari pertama sekolah. Pagi itu aku bangun sangat pagi, entah mengapa terjadi keanehan pada diriku ini. Aku yang biasanya sulit untuk bangun pagi, entah mengapa pada pagi itu aku bisa bagun sangat pagi. Mungkin karena suntikan semangat yang ia berikan kepadaku. Setelah aku bangun pagi, aku bergegas beribadah dan melakukan mandi pagi. Pagi itu sarapan kesukaanku telah disiapkan oleh ibuku. Dengan lahap aku menghabiskannya dan langsung berangkat ke sekolah. Aku berangkat ke sekolah menggunakan angkutan umum. Aku tiba di sekolah pukul 06.30 pagi, dan aku sangat terkaget. Ketika aku baru saja turun dari angkutan aku betemu dengan dirinya. Hatiku selalu berdebar ketika memandang dirinya. Sempat terlintas dihatiku “apakah ini benar-benar sebuah perasaan cinta?”. Namun kucubo tetap tegar, seperti tak terjadi apa-apa pada diriku. Kucubo untuk mendekati dirinya dan mengajaknya bicara. Dia tampak begitu cantik dan mempesona, membuat hatiku luluh dibuatnya. Kami berbincang-bincang dari depan gerbang sekolah hingga menuju kelas, sayangnya kami harus berpisah di tangga. Karena dia Nareswari anak kelas bawah, sedangkan aku harus naik ke lantai 2 untuk sampai ke kelas. “Sampai jumpa lagi ya nares, selamat belajar!”, begitu kataku ketika kami hendak berpisah di tangga. Dengan senyuman manis dia membalas, “Terima kasih ya dhik, kamu juga ya semangat belajar!” Semakin terenyuh hatiku dibuatnya karena senyumannya yang manis.

               Hari pertama masuk sekolah kelasku langsung dimasuki oleh pelajaran fisika. Pelajaran yang mungkin banyak dibenci oleh sebagian murid karena susah. Berbeda dengan diriku, aku begitu sangat menikmati dengan pelajaran fisika. Karena menurutku fisika merupakan pelajaran yang dapat kita amati secara fisik. Hari pertama sekolah aku mendapat banyak pujian dari banyak guru. Banyak teman-teman yang memujiku dan meyukaiku. Aku sangat bahagia pada pagi itu. Bell pun berdering, tanda istirahat sudah dimualai. Aku bersama teman-temanku keluar kelas dan jajan di kantin. Ketika aku dan teman-temanku membeli makanan di katin aku betemu dengan Nareswari, dia juga membeli makanan di kantin yang sama. “Hai Nares kita bertemu lagi nih, beli apa kamu?”, kataku dengan begitu akrab kepadanya. “ohh kamu lagi dhik, ini nih aku mau membeli nasi goreng soalnya tadi pagi aku belum sarapan dan aku lapar.”, jawabnya dengan begitu ramah. Kalau kamu mau beli apa dhik?. “ohh kamu membeli nasi goreng toh, kalau aku sih hanya mau beli minum saja.” Jawabku dengan halus kepadanya. “Owalah baiklah kalau begitu, aku mau bayar dulu ya dik”, katanya. Dengan sigap aku pun menjawab “gausah bayar aja nares, biar aku saja yang membayar. Itung itung nraktir kamu”, dengan jawaban yang sok akrab kepadanya. “ Terima kasih banyak ya dhik, aku sangat berterima kasih kepadamu”, jawabnya begitu saja dan meninggalkanku pergi. Setelah ia pergi kawan-kawanku pun bertanya kepaduku. “OI dhik tadi ngomong-ngomong dia siapa ya, kok kalian berdua sudah tampak akrab sekali”, tanya salah seorang temanku yang bernama Johny. “ohhh itu tadi namanya Nareswari, aku mengenalnya ketika kita semu lagi MOS, rumahnya juga tidak jauh kok dari rumahku.”, jawabku dengan santai. “Ngomong-ngomong dia cantik juga ya, rambut panjangnya yang diikat membuatnya tampak sangat cantik. Ohh ya kenapa tadi kamu kok tiba-tiba mentraktir dia, jangan-jangan kamu suka ya sama dia?”, celetuk salah seorang temanku bernama Barry.  “Apaan dah sih Barry ini, dia emang cantik sih. Tapi kata sia kalau aku suka sama dia?” jawabku menahan malu. “Kelihatan kok sob dari wajahmu kalo kamu suka sama dia, lagian dia cantik kok pantas saja jika kamu menyukainya.”, jawab temanku si Johny. “Nggak ah, aku nggak suka sama dia kok. Lagipula kita masih sekolah jadi jangan dulu mikirkan tentan cintaku”, jawabku dengan tertawa ringan. Bell berdering pun menyala, tanda waktu istirahat telah habis. Aku dan kawan-kawanku langsung bergegas menuju ke kelas masing-masing.

              Pelajaran demi pelajaran aku lewati dengan lancar pada hari itu. Hingga tiba bel tanda pulang sekolah berdering. Aku langsung berkemas-kemas untuk merapikan barangku dan langsung pulang menuju ke rumah. Soalnya aku ada janji bermain basket dengan teman-temanku yang ada dirumah. Aku pulang mengunakan angkutan umum karena harganya relatif murah. Aku masuk ke salah satu angkutan yang lewat di depan sekolahku. Karena angkutannya yang masih kosong, akutan yang aku naiki mengetem di depan sekolah. Dengan sedikit penak aku menunggu angkutan ini berjalan, dan tiba-tiba salah satu seorang masuk ke dalam angkutan yang aku naiki. Terbyata salah seorang yang naik kedalam angkutanku adala Nares. Aku sangat kaget, karena aku kira dia tipe orang yang pulang sekolah dengan dijemput. Aku langsung mengajaknya berbicara, “lho kok kamu pulang naik angkutan? Bukannya kamu suka dijemput ya?”tanyaku. “ohh sekarang aku disuruh oleh mamahku untuk pulang sendiri, katanya sih biar jadi anak yang mandiri dan tidak manja” jawab si Nares, “ owalah begitu, kok ngomong-ngomong kamu tampak murung. Apa ada masalah?” tanyaku kepada Nares karena wajahnya tampak murung tidak seperti biasanya yang selalu tersenyum murah. “Iya nih dik, aku  sedang ada masalah. Aku lagi sangat bingung nih dik” jawabnya dengan murung di hari yang begitu panas. “kau bisaa bercerita kepadaku kok jika kamu puya masalah, barangkali aku bisa membantu masalahmu.” Jawabku dengan mencoba meringankan babannya. “ tapi kamu harus janjinya untuk tidak cerita kepada siapa-siapa!” jawabnya dengan menatapku begitu tajam. “siapp, aku nggak akan cerita kepada siapa-siapa” jawabku dengan sedikit tertawa. “jadi begini, aku sedang puya masalah dengan orang yang aku sukai,” jawabnya. Hatiku sontak bergetar ketika aku mendengar curhatan permasalahannya.


Bersambung....

Syamsul Tamimi Prasetya Aji
XI-MIPA 7/29

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news

SELAMAT DATANG DI KELAS XI MIPA 7 SMA TARUNA NUSANTARA

Disqus Shortname

Comments system