Keledai dan Garam
Muatannya
Seorang
pedagang, menuntun keledainya untuk melewati sebuah sungai yang dangkal.
Selama ini mereka telah melalui sungai tersebut tanpa pernah mengalami satu pun
kecelakaan, tetapi kali ini, keledainya tergelincir dan jatuh ketika mereka
berada tepat di tengah-tengah sungai tersebut. Ketika pedagang tersebut
akhirnya berhasil membawa keledainya beserta muatannya ke pinggir sungai dengan
selamat, kebanyakan dari garam yang dimuat oleh keledai telah meleleh dan larut
ke dalam air sungai. Gembira karena merasakan muatannya telah berkurang
sehingga beban yang dibawa menjadi lebih ringan, sang Keledai merasa sangat
gembira ketika mereka melanjutkan perjalanan mereka.
Pada hari berikutnya, sang Pedagang kembali membawa muatan
garam. Sang Keledai yang mengingat pengalamannya kemarin saat tergelincir di
tengah sungai itu, dengan sengaja membiarkan dirinya tergelincir jatuh ke dalam
air, dan akhirnya dia bisa mengurangi bebannya kembali dengan cara itu.
Pedagang yang merasa marah, kemudian membawa keledainya
tersebut kembali ke pasar, dimana keledai tersebut di muati dengan
keranjang-keranjang yang sangat besar dan berisikan spons. Ketika mereka
kembali tiba di tengah sungai, sang keledai kembali dengan sengaja menjatuhkan
diri, tetapi pada saat pedagang tersebut membawanya ke pinggir sungai, sang
keledai menjadi sangat tidak nyaman karena harus dengan terpaksa menyeret
dirinya pulang kerumah dengan beban yang sepuluh kali lipat lebih berat dari
sebelumnya akibat spons yang dimuatnya menyerap air sungai.
Karena pengalaman tersebut maka keledai sadar bahwa kesalahan yang kita alami tidak hanya merugikan dirinya sendiri namun juga merugikan orang lain, ia akan lebih mengintrospeksi dirinya dan berjanji akan berusaha dengan sebaik mungkin untuk tiap pekerjaan yang telah dipercayakan kepadanya
Habib Fathurohim XI-MIA7-13
Habib Fathurohim XI-MIA7-13
Tidak ada komentar:
Posting Komentar