Persahabatan
Kidung burung-burung merdulah
Pernik-pernik embun beninglah
Saat persahabatan tersemai indah
Merias hati musim demi musim
Karena persahabatan adalah keyakinan sejati
Membimbing hati mencapai hening
Bermekaran bunga-bunga persahabatan taman peradaban
Persahabatan pun mulia karena kebersamaan
Amorentes.R.B. (05)
Minggu, 18 September 2016
Jumat, 02 September 2016
(untitled)
Entah sudah berapa kali
diriku bertahan menanti
kehadiran yang tak pasti
pengorbanan pun tak berarti
Sayangnya hati kecilku
sampai saat ini masih bertumpu
pada semua kenangan semu
yang pernah terjadi waktu dulu
Meski akal sehat selalu menyadarkanku
untuk kembali pada kehidupanku
tapi hati kecilku bersikuku
memperjuangkan sosokmu
yang masih dan akan selalu
terkenang di dalam hatiku
Entah sampai kapan rasa ini akan bertahan
dan kuharap rasa ini takkan memudar
meskipun waktu terus berjalan
tanpa ada yang bisa menghentikan
paulina (22)
diriku bertahan menanti
kehadiran yang tak pasti
pengorbanan pun tak berartiSayangnya hati kecilku
sampai saat ini masih bertumpu
pada semua kenangan semu
yang pernah terjadi waktu dulu
Meski akal sehat selalu menyadarkanku
untuk kembali pada kehidupanku
tapi hati kecilku bersikuku
memperjuangkan sosokmu
yang masih dan akan selalu
terkenang di dalam hatiku
Entah sampai kapan rasa ini akan bertahan
dan kuharap rasa ini takkan memudar
meskipun waktu terus berjalan
tanpa ada yang bisa menghentikan
paulina (22)
Rabu, 31 Agustus 2016
Sudut Pandang -1
Sudut Pandang bag-1
Pagi dingin sekali , serasa sangat malas bahkan untuk hanya
sekedar duduk dipinggir ranjang . gema alarm tanda bangun sudah berdengung
kecang dari tadi , tapi tidak cukup kuat untuk menghidupkanku dari mimpi ini ,
“san , bangun san , sudah pagi” kata temanku yg berusaha membangunkanku. “aa..
sudah jam berapa ini? Sebentar lagi lah.” Lalu serangkain keributan kegiatan
pagi mulai membangunkanku. Semua sudah mulai bersiap-siap , melihat raut mereka
yg terlihat terburu- buru aku pun langsung melompat dan ikut dalam arus
kegiatan .
Setelah selesai segera aku makan dan menuju ke sekolah ,
sekolahku tidaklah jauh . hanya sekitar 100 meter dari tempat tidurku. Setiap pagi aku
pergi bersekolah dengan berjalan kaki bersama teman-temanku yang lain.
Sekolahku adalah sekolah terpencil dibawah kaki gunung.tetapi nama sekolah itu
terdengar sampai mana-mana .sesampainya dikelas segera aku bergabung dengan
yang lainnya. Pagi itu pelajaran pertama adalah lintas minta . pelajaran yang
cukup membosankan , dari sekian batang kepala yang berdiri hanya sebagian yg
terlihat , dan sebagian besar lainnya telah tumbang terbawa arus khayal mereka
masing-masing . akupun mati matian menahan kantuk yg tidak henti-henti
menyerang. Setelah selesai . pelajaran berikutnya adalah fisika, pelajaran seru
sekaligus menyedihkan. Iya aku memiliki guru yang sedikit berbeda dengan guru
yang lainnya , guru itu tegas dan sangat aktif , tidak pernah dia hanya duduk
dan menjelaskan seperti beberapa guru lainnya . salah satu yang menjadi ciri
khasnya adalah membawa spidol berwarnanya sendiri ke kelas . setiap yg dia
tulis dan gambar selalu penuh dengan warna tetapi sayang dikarenakan susahnya
materi yang dia ajarkan serta caranya yang unik dalam mengajar seseorang
membuat beberapa siswa tidak mengerti dengan apa yang dia maksudkan. Hingga
suatu hari salah seorang temanku yang mungkin saking tidak mengerti dengan
pelajaran membuatnya sedikit bersenda gurau. Tetapi setelah gurauannya itu guru
tersebut hanya diam menulis papan tulis hingga penuh dan duduk termenung
dimejanya menunggu siswa-siswanya selesai menyalin dan menulis lanjutan yang
semakin lama semakin sulit dimengerti. Pelajaran pun diakhiri dengan dia tanpa
mengucapkan sepatah katapun.
Siangnya semua tampak kebinggungan semua siswa kelas 11 dan
12 dikumpulkan , ternyata ini adalah salah satu gerakan wakil kepala sekolah
yang baru . kabarnya wakil kepala sekolah ini sangat displin dan selalu tidak
pandang bulu bila ada yang melanggar peraturan. Peraturan disekolah ini memang
sedikit rumit . tidak heran bila tidak sedikit teman-temanku yang mulai
mengakali beberapa peraturan . dalam pengarahan dadakan itu wakil kepala
sekolah tersebut menegaskan tentang peraturan dan menghukum beberapa
teman-temanku yang tertangkap melanggar, beberapa peraturan diketatkan,
menyebalkan . akan diadakan pemeriksaan malam padahal aku sangat senang pulang
malam-malam dari sekolah. Setelah makan siang aku kembali kekelas dan kembali
kunyalakan layar laptopku. Sesaat setelahnya beberapa notifikasi mulai
bermunculan .kebanyakan adalah chat dari teman-temanku dijogja. Sudah 1 tahun
lebih aku sejak keputusanku merantau , memang tidak terlalu jauh . tapi cukup
untuk memberiku pelajaran tentang hidup yang sebenarnya.
Hidup memang tidak mudah tapi cukup seru untuk dijalani. Aku
biasa pulang saat sore hari . mandi dan beberapa hal untuk besok. Malamnya saat
yang lain sibuk belajar ,paling paling
aku hanya membuka buku sesaat melihat yang tadi dipelajari atau adakah ada pr
untuk bsk setelahnya aku biasa mendengarkan musik , menonton film , bermain
game atau melanjutkan novel yang belum sempat aku selesaikan. Malam adalah waktu
yang paling spesial untukku. Aku biasa berahkir tidur tengah malam . tidak
heran beberapa guru menengurku dikelas karena sering tertidur. Tapi aku
menyukai kehidupanku. Memang aku perlu sedikit mengubah beberapa dalam roda
keseharianku . terutama dalam masalah tidur. Aku tidak boleh tertidur lagi
dikelas karena itu akan menganggu pembelajaranku dikelas.
-Achsan Noorsalam / 01
Game Online
Point Belangs
Jawara game di Kampung Dolanan
adalah Dolin, Ia terkenal semenjak Ia menjuarai IOG (International Olympiad of Gamers), Ia menjadi duta game dari
kampungnya, banyak game yang telah Ia coba dan berhasil menaklukkan semua game
yang Ia coba, namun dari semua game yang telah Ia coba PB (Point Belangs) adalah game kesukaannya, game ini menceritakan
seorang pahlawan yang melawan banyak penjajah di sebuah desa.
Setiap hari Ia tidak pernah lupa
untuk sekedar mengisi waktu luang dengan bermain Point Belangs, tiap hari Ia pergi ke warnet langganannya yaitu
PancenDolin.net, yang memang sudah menjadi langganannya semenjak Ia masih SD,
sehingga Ia sering diberi potongan harga oleh sang pemilik warnet,
sampai-sampai sang pemilik warnet meminta untuk diajari ilmu game oleh Dolin,
dengan senang hati Dolin pun membagi ilmunya. Namun disamping semua hal
tersebut Ia memiki riwayat buruk dalam bidang akademik, Ia lebih mementingkan
game daripada akademik, misal besok ada ulangan Ia memilih untuk bermain game dengan
dalih untuk refreshing dan alhasil
hasil ulangan besok jauh dari KKM, namun Ia tidak pernah menyesali hal
tersebut.
Suatu hari Dolanan teman akrab Dolin
suatu hari memberi tahu bahwa akan ada lomba Point Belangs, tanpa pikir panjang Ia langsung mendaftarkan dirinya
untuk ikut dalam perlombaan game tersebut, berbagai tahap perlombaan telah
berhasil Ia lewati, hingga lolos ke tingkat internasional yaitu IOG (International Olympiad of Gamers), Ia
berlatih dengan keras, setelah pulang sekolah Ia selalu berlatih main game di
warnet langgannannya mulai dari pulang sekolah hingga warnetnya tutup, hal itu
Ia lakukan selama 7 hari berturut-turut, dan lagi-lagi Ia mengesampingkan aspek
akademiknya, dalam masa 7 hari tersebut Ia mengalami penurunan dalam bidang akademiknya,
sehingga Ia sering dimarahi di kelasnya, karena alasannya bermain game maka
kemaranhan gurunya juga semakin menjadi.
Suatu hari Ia masuk ke suatu
perkampungan yang penuh dengan penjajah, Ia datang dengan bersenjata lengkap,
tanpa pikir panjang Ia langsung bertindak layaknya pahlawan kesiangan, “Jangan
ada yang menyakiti penduduk desa ini, hadapi saya dulu” kata Dolin,
“Seraaaaaaaaaang” teriak komandan penjajah dengan lantangnya, Dolin langsung
mencari tempat persembunyian untuk mempersiapkan segala hal yang Ia perlukan,
karena Ia sadar bahwa Ia melakukan aksinya sendirian maka Ia mencari cara aman,
Ia yang seorang diri dengan gagahnya melawan pasukanpenjajah yang jumlahnya 532
orang, demi untuk menyelamatkan penduduk desa yang berjumlah 1001 orang dalam
keadaan takut dan tertekan karena penjajah.
Setelah semuanya siap Ia dengan
langkah yang pelan namun pasti mampu menembak mati satu persatu anggota
penjajah, saat jumlah penjajah sudah ± 17 orang termasuk komandannya, tiba-tiba misilnya habis, mulailah Ia
mencari tempat persembunyian lagi, perasaan gugup, panas dingin, keringat
bercucuran, karena Ia tahu bahwa Ia sekarang ada pada posisi yang sudah
terdesak, Ia mencari berbagai bahan alternatif yang dapat digunakan untuk
menyerang pasukan penjajah, nampaklah bambu sepanjang 2 meter yang cocok untuk
meyerang musuh, “Bambu, ya itu satu-satunya jalan untuk melawan musuh” kata
Dolin, dengan doa yang cukup setelah Ia mengumpulkan segenap keberaniannya, Ia
pun menyerang pasukan penjajah dengan sebatang bambu yang Ia miliki, namun keberhasilannya
yang sudah didepan mata seakan hancur seketika saat seorang prajurit lawan
menembakkan pistol dan peluru tepat mengenai kepalanya, seketika mati ditempat
dengan darah mengucur dengan deras.
Sesaat kemudian, Ia terbangun dari
mimpinya karena ternyata ibunya membangunkannya dengan pukulan yang keras,
sebab semalam suntuk Ia bermain Point
Belangs, Ia bangun dengan kagetnya karena merasakan dengan nyata dalam
mimpinya betapa sakitnya menjadi tokoh pahlawan dalam Point Belangs.
Dikarenakan mimpinya yang begitu mirip dengan Ponit Belangs game kesukaanya, maka
mulai saat itu Ia berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak lagi memainkan Point Belangs dan Ia berjanji untuk
menaikkan nilainya dan akan berprestasi dalam kegiatan sekolahnya agar tidak
mengecewakan orang tuanya.
Habib Fathurohim
XI-MIA7/13
Habib Fathurohim
XI-MIA7/13
Selasa, 30 Agustus 2016
KEBAHAGIAAN TERSENDIRI
KEBAHAGIAAN TERSENDIRI
Hari kedua bersekolah pun datang. Pagi yang cerah menyambut hariku dengan penuh semangat. Bagaimana tidak senang hatiku ini jika hari itu aku bisa bertemu kembali dengan wanita yang aku kenal pada hari pertama sekolah. Pagi itu aku bangun sangat pagi, entah mengapa terjadi keanehan pada diriku ini. Aku yang biasanya sulit untuk bangun pagi, entah mengapa pada pagi itu aku bisa bagun sangat pagi. Mungkin karena suntikan semangat yang ia berikan kepadaku. Setelah aku bangun pagi, aku bergegas beribadah dan melakukan mandi pagi. Pagi itu sarapan kesukaanku telah disiapkan oleh ibuku. Dengan lahap aku menghabiskannya dan langsung berangkat ke sekolah. Aku berangkat ke sekolah menggunakan angkutan umum. Aku tiba di sekolah pukul 06.30 pagi, dan aku sangat terkaget. Ketika aku baru saja turun dari angkutan aku betemu dengan dirinya. Hatiku selalu berdebar ketika memandang dirinya. Sempat terlintas dihatiku “apakah ini benar-benar sebuah perasaan cinta?”. Namun kucubo tetap tegar, seperti tak terjadi apa-apa pada diriku. Kucubo untuk mendekati dirinya dan mengajaknya bicara. Dia tampak begitu cantik dan mempesona, membuat hatiku luluh dibuatnya. Kami berbincang-bincang dari depan gerbang sekolah hingga menuju kelas, sayangnya kami harus berpisah di tangga. Karena dia Nareswari anak kelas bawah, sedangkan aku harus naik ke lantai 2 untuk sampai ke kelas. “Sampai jumpa lagi ya nares, selamat belajar!”, begitu kataku ketika kami hendak berpisah di tangga. Dengan senyuman manis dia membalas, “Terima kasih ya dhik, kamu juga ya semangat belajar!” Semakin terenyuh hatiku dibuatnya karena senyumannya yang manis.
Hari pertama masuk sekolah kelasku langsung dimasuki oleh pelajaran fisika. Pelajaran yang mungkin banyak dibenci oleh sebagian murid karena susah. Berbeda dengan diriku, aku begitu sangat menikmati dengan pelajaran fisika. Karena menurutku fisika merupakan pelajaran yang dapat kita amati secara fisik. Hari pertama sekolah aku mendapat banyak pujian dari banyak guru. Banyak teman-teman yang memujiku dan meyukaiku. Aku sangat bahagia pada pagi itu. Bell pun berdering, tanda istirahat sudah dimualai. Aku bersama teman-temanku keluar kelas dan jajan di kantin. Ketika aku dan teman-temanku membeli makanan di katin aku betemu dengan Nareswari, dia juga membeli makanan di kantin yang sama. “Hai Nares kita bertemu lagi nih, beli apa kamu?”, kataku dengan begitu akrab kepadanya. “ohh kamu lagi dhik, ini nih aku mau membeli nasi goreng soalnya tadi pagi aku belum sarapan dan aku lapar.”, jawabnya dengan begitu ramah. Kalau kamu mau beli apa dhik?. “ohh kamu membeli nasi goreng toh, kalau aku sih hanya mau beli minum saja.” Jawabku dengan halus kepadanya. “Owalah baiklah kalau begitu, aku mau bayar dulu ya dik”, katanya. Dengan sigap aku pun menjawab “gausah bayar aja nares, biar aku saja yang membayar. Itung itung nraktir kamu”, dengan jawaban yang sok akrab kepadanya. “ Terima kasih banyak ya dhik, aku sangat berterima kasih kepadamu”, jawabnya begitu saja dan meninggalkanku pergi. Setelah ia pergi kawan-kawanku pun bertanya kepaduku. “OI dhik tadi ngomong-ngomong dia siapa ya, kok kalian berdua sudah tampak akrab sekali”, tanya salah seorang temanku yang bernama Johny. “ohhh itu tadi namanya Nareswari, aku mengenalnya ketika kita semu lagi MOS, rumahnya juga tidak jauh kok dari rumahku.”, jawabku dengan santai. “Ngomong-ngomong dia cantik juga ya, rambut panjangnya yang diikat membuatnya tampak sangat cantik. Ohh ya kenapa tadi kamu kok tiba-tiba mentraktir dia, jangan-jangan kamu suka ya sama dia?”, celetuk salah seorang temanku bernama Barry. “Apaan dah sih Barry ini, dia emang cantik sih. Tapi kata sia kalau aku suka sama dia?” jawabku menahan malu. “Kelihatan kok sob dari wajahmu kalo kamu suka sama dia, lagian dia cantik kok pantas saja jika kamu menyukainya.”, jawab temanku si Johny. “Nggak ah, aku nggak suka sama dia kok. Lagipula kita masih sekolah jadi jangan dulu mikirkan tentan cintaku”, jawabku dengan tertawa ringan. Bell berdering pun menyala, tanda waktu istirahat telah habis. Aku dan kawan-kawanku langsung bergegas menuju ke kelas masing-masing.
Pelajaran demi pelajaran aku lewati dengan lancar pada hari itu. Hingga tiba bel tanda pulang sekolah berdering. Aku langsung berkemas-kemas untuk merapikan barangku dan langsung pulang menuju ke rumah. Soalnya aku ada janji bermain basket dengan teman-temanku yang ada dirumah. Aku pulang mengunakan angkutan umum karena harganya relatif murah. Aku masuk ke salah satu angkutan yang lewat di depan sekolahku. Karena angkutannya yang masih kosong, akutan yang aku naiki mengetem di depan sekolah. Dengan sedikit penak aku menunggu angkutan ini berjalan, dan tiba-tiba salah satu seorang masuk ke dalam angkutan yang aku naiki. Terbyata salah seorang yang naik kedalam angkutanku adala Nares. Aku sangat kaget, karena aku kira dia tipe orang yang pulang sekolah dengan dijemput. Aku langsung mengajaknya berbicara, “lho kok kamu pulang naik angkutan? Bukannya kamu suka dijemput ya?”tanyaku. “ohh sekarang aku disuruh oleh mamahku untuk pulang sendiri, katanya sih biar jadi anak yang mandiri dan tidak manja” jawab si Nares, “ owalah begitu, kok ngomong-ngomong kamu tampak murung. Apa ada masalah?” tanyaku kepada Nares karena wajahnya tampak murung tidak seperti biasanya yang selalu tersenyum murah. “Iya nih dik, aku sedang ada masalah. Aku lagi sangat bingung nih dik” jawabnya dengan murung di hari yang begitu panas. “kau bisaa bercerita kepadaku kok jika kamu puya masalah, barangkali aku bisa membantu masalahmu.” Jawabku dengan mencoba meringankan babannya. “ tapi kamu harus janjinya untuk tidak cerita kepada siapa-siapa!” jawabnya dengan menatapku begitu tajam. “siapp, aku nggak akan cerita kepada siapa-siapa” jawabku dengan sedikit tertawa. “jadi begini, aku sedang puya masalah dengan orang yang aku sukai,” jawabnya. Hatiku sontak bergetar ketika aku mendengar curhatan permasalahannya.
Bersambung....
Syamsul Tamimi Prasetya Aji
XI-MIPA 7/29
Harapan Dari Bunga Di Musim Semi

Kami
sudah beranjak dewasa.
Dan secepat apapun musim berganti
bunga yang bermekaran di pinggir jalanpun juga mulai berganti.
Dan secepat apapun musim berganti
bunga yang bermekaran di pinggir jalanpun juga mulai berganti.
Aku
masih berpikir, apa nama bunga yang mekar di musim itu?
Bergemetar saat ditiup angin, berduri ketika hendak disentuh
Dan ketika hidungmu didekatkan.
Itu memberikan aroma kesegaran dari sinar matahari.
Bergemetar saat ditiup angin, berduri ketika hendak disentuh
Dan ketika hidungmu didekatkan.
Itu memberikan aroma kesegaran dari sinar matahari.
Seiring
berjalannya waktu, aroma itu mulai pudar.
Dan kami akan beranjak lebih dewasa.
Akan tetapi, Aku yakin bunga itu pasti tetap bermekaran di suatu tempat.
Memberikan Kehangatan untuk semua orang.
Benar. Kami semua melangkah maju,
Untuk terus mengabulkan permohonan dari bunga itu.
Dan kami akan beranjak lebih dewasa.
Akan tetapi, Aku yakin bunga itu pasti tetap bermekaran di suatu tempat.
Memberikan Kehangatan untuk semua orang.
Benar. Kami semua melangkah maju,
Untuk terus mengabulkan permohonan dari bunga itu.
Prasetyo A W
Mia 7 / 23
Kamis, 25 Agustus 2016
Jangan Menyesal
Parang ditetak kebatang sena
Belah buluh taruhlah temu
Barang dikerja takkan sempurna
Bila tak penuh menaruh ilmu
Belah buluh taruhlah temu
Barang dikerja takkan sempurna
Bila tak penuh menaruh ilmu
Baik dirahat benang keretaAmorentes.R.B. 05
Benang setukal perbuat kain
Baik dilihat dengan mata
Jangan menyesal hari yang lain
Langganan:
Postingan (Atom)