Tampilkan postingan dengan label Puisi Mahrus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Mahrus. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Agustus 2016

Perjuanganku Demi Bungaku

Awalnya ku lihat kau seperti angin menerpa daun
Biasa saja, bahkan terkesan membosankan
Awalnya ku anggap kau bak gulma ditanaman
Pengganggu, parasit, perusak!

Hal itu berlangsung sekian lama
Begitu lama
Bahkan sangat lama
Entahlah!

Sekian lama waktu berputar
Sampai pada saatnya terbersit di hatiku
Bodohnya diriku!
Aku terlalu sombong, saat ku tak menghiraukannya

Aku mulai berpikir.
Sejenak ku renungkan
Dia yang dengan sabar menghadapi tajamnya ucapanku
Dia yang dengan tabah mengasahku

Kenapa aku begitu bodoh?
Menyia-nyiakan sebuah bunga yang sedang tumbuh
Dan akhirnya, aku coba merawat bunga itu
Memerhatikan bunga itu

Dengan sabar, aku dengarkan keluh kesahnya
Aku coba mengerti sifat bunga itu
Kini bunga itu mulai membesar
Baunya kian semerbak

Aku coba semakin perhatian pada bunga itu
Dengan setitik harapan, semoga bunga itu bisa menemani sunyinya hidupku
Hari demi hari, tak pernah lelah ku coba perhatikannya
Ku siram, ku beri pupuk, ku perhatikan

Di tengah jalan, rasa malas sering datang
Tapi, aku tidak akan berhenti
Ku lihat bunga itu semakin mekar
Harumnya kian  bertebaran



Sampai pada akhirnya aku sadar
Bunga itulah yang akan menemaniku
Bunga itulah yang akan menghiasai hari-hariku
Bunga itulah yang akan menghapus air mataku

Kini, bunga yang kurawat benar-benar harum
Mahkotanya benar-benar indah
Tangkainya sangat kokoh

Hari-hariku terasa indah
Bahkan aku tak rela jika sehari ku tak memandangnya
Indahnya bungaku selalu ku rindukan
Aku tak ingin serangga hinggap di badannya, bahkan kupu-kupupun akan ku basmi

Akhirnya aku sadar, bungaku itu adalah kamu
kamu yang awalnya biasa saja
kamu yang awalnya ku anggap pengganggu
kamu yang awalnya perusak

tapi kini
aku sadar kamulah matahari bagi dunia
kamulah bintang di malam hari
kamulah segalanya bagiku

teriring janji, aku akan selalu memperlakukanmu bak bungaku
teriring sebuah harapan, semoga kamu selalu bisa mewarnai duniaku
Bungaku, percayalah!
Aku tak kan pernah lelah mencurahkan segala kasih sayangku untukmu. 



Moh Mahrus Ali (XI-MIPA 7/18)




Minggu, 31 Juli 2016

Negeriku Pengganggu Dunia

Dulu!
Sering ku dengar lantunan indah lagu "Indoseia Raya"
Dulu!
Sering ku lihat Merah Putihku berkirbar
Dulu!
Sering ku cium harum semerbaknya negeriku ini
Dulu!
Aku bangga negeriku bisa mengganggu dunia

Tapi?
Semua kenangan indah itu kian pudar
Lantunan Indonesia Raya tak seindah dulu
Merah Putihku kini enggan berkibar
Harumnya negeriku kalah dengan negeri sebelah

Hari demi hari, negeriku kian tenggelam
Apa yang terjadi pada negeriku?
Kemana kejayaan negeriku?
Dimana harga diri negeriku?

Hatiku bergejolak menahan rindu yang tak ada habisnya
Hatiku bergejolak menahan amarah kepada para penguasa negeri ini
Hatiku bergejolak melihat generasi emas kita yang kian terpuruk
Hatiku bergejolak mendengar negeri sebelah berjaya dimana-mana

Kini terbersit di hatiku, membuat kapal itu kembali berlayar
Kini terbersit di hatiku, membuat sayap itu kembali mengepak
Kini terbersit di hatiku, membuat cakar itu kembali mencengkram
Kini terbersit di hatiku, membuat Indonesia Raya kembali mengganggu dunia

Aku percaya, suatu saat nanti generi emas itu yang akan mewujudkan impianku
Harapanku bukan sekedar angin yang menerpa pohon
Bukan juga tetesan air di daun talas
Tapi harapanku adalah sebuah bintang baru yang akan memancarkan sinarnya

Keyakinanku akan tetap berkobar
Aku yakin, aku percaya
Negeriku bisa!
Indonesia Raya akan indah lagi!
Merah Putihku akan berkirbar dengan gagah!
Dan harum semerbak negeriku akan menghantui dunia




Moh Mahrus Ali (XI-Mipa 7/18)

Blogger news

SELAMAT DATANG DI KELAS XI MIPA 7 SMA TARUNA NUSANTARA

Disqus Shortname

Comments system